Skip to main content

Tentang Dim Sum

Dim sum (tradisional: 點心, sederhana: 点心 hanyu pinyin: dianxin) adalah istilah dari bahasa Kantonis dan artinya adalah "makanan kecil". Biasanya dim sum dimakan sebagai sarapan atau brunch. Namun karena dimsum populer ke dunia dari Hongkong maka istilah dimsum lebih populer dibandingkan dianxin.
Dimsum terdiri dari berbagai macam penganan kecil-kecil yang biasanya merupakan makanan bersama teh. Orang Kanton sendiri sangat mementingkan acara minum teh yang disebut yamcha (Hanzi: 飲茶, hanyu pinyin: yincha).
Dim Sum sebenarnya adalah menu santapan yang disajikan ala Tionghoa. Umumnya menu makanan disajikan dalam steamer yang terbuat dari bambu, atau piring kecil. Menu makanan biasanya yang digoreng atau dikukus.
Dim Sum sendiri, biasa dihidangkan pada saat yum cha (acara minum teh), di mana tradisi ini berawal sejak jalur sutera menjadi jalur yang sangat ramai dilewati para pedagang.
Sebenarnya, ada lebih dari lusinan jenis dim sum.
1. HarGow
Atau disebut juga dengan shrimp dumplings. Dim sum jenis ini adalah berupa cacahan udang yang diisikan pada kulit tepung yang sangat tipis sekali. Tepung tersebut biasanya agak transparant, rasanya lembut dan sedikit kenyal.
2. Shaomai
Lidah kita sering menyebutnya siomay. Pada tradisi dan resep aslinya, isi siomay sebenarnya adalah babi atau udang. Biasa dibungkus dengan kulit yang agak tebal (lebih tebal dari kulit har gow), kemudian dibentuk bak bunga.
Di atasnya ditaburi telur kepiting berwarna orange.
3. Char Siu Baau
 
Baau berarti dipanggang atau dikukus. Merujuk pada roti yang terbuat dari tepung dan saat dimasak akan mengembang bak pipi chubby. Di dalamnya biasanya diisi dengan sayuran, daging atau kacang-kacangan.
Sedangkan Char Siu Baau ini, umumnya diisi dengan babi yang dibarbekyu ala Kanton. Dikukus dan bagian luarnya dilapisi gula agar mengkilap.
4. Mantou
Mirip dengan Char Siu Baau, namun roti yang satu ini disajikan tanpa isi apapun. Rotinya kenyal dan lembut, seperti meleleh dan menari di atas lidah.

Sumber : http://www.vemale.com/

Comments

Popular posts from this blog

Keterima GT/MT Sinarmas Forestry

Keterima Seleksi Sinarmas Forestry  How’s your post-college life? Seems suck, isn’t it? Be calm, thing takes time.  Penting banget buat menentukan (prioritas) tujuan akan kemana kita setelah lulus, bahkan sebaiknya dipikirkan sebelum lulus itu sendiri. Tujuan jangka pendek, menengah, pun panjang. Disusun detil lebih baik, tapi kalau berat ya yang kasar dulu aja. Paling tidak sedikit mengurai keruwetan atas pikiran kita sendiri.  Buatt aku, bergabung dengan Sinarmas Forestry menjadi baby step untuk tujuan jangka menengah. Jadilah aku daftar. So, tentukan tujuan dulu ya sebelum mendaftar! 1. Daftar di Platform Jobseeker  Waktu itu aku daftar sebagai Graduate Trainee/GT (semacam MT) melalui jobstreet.  Sebelum apply:  a. Cek kelengkapan profil, posisi terakhir/pengalaman usahakan relate dengan sinarmas forestry. Bisa Bahasa Indonesia atau Inggris, yang penting konsisten dan bisa dipertanggungjawabkan.  b. Baca requirement dan job description, kalo ga coco...

Lupa Nambahin Air Pas Masak Nasi

Lupa Nambahin Air Pas Masak Nasi Disclaimer: personal and random thoughts dan ga penting ehehe Hah? Kok bisa? Aneh banget. Orang mah lupa nyetekin cooking di rice cooker. Kebangetannnn!!! Begitulah komentar teman-temanku saat mengetahui tindakanku. Dipikir-pikir, bisa-bisanya lupa nambahin air? Trus mau masak apa? Nasi tu ya beras plus air! Mau manasin beras? Jemur aja! Ini masak buat burung apa gimana? Terbayang kekesalan teman(-teman)ku pada laper banget, terus mempercayakan soal nasi padaku, trus ternyata ga jadi nasi. Wkwkwk beribu maaf 🙇🏻 Hingga pada suatu sepertiga malam, aku mau sahur. Agenda sahur itu terdiri dari baca doa bangun tidur, masak nasi, sholat, masak lauk, makan minum, sikat gigi, dan sholat. First thing first, menanaklah nasi. Blablabla prosesi memasak nasi dimulai, dan berakhir pada bunyi klik di rice cooker. Ahh selesai, bisa ditinggal kegiatan lain. Kupercayakan nasiku pada rice cooker.  Aku sholat dengan tenang. Selesai sholat, kubayangkan mau masak lauk....

Mongkog Atine Nalika Riyaya

Sebagai orang kampung yang bekerja di Ibukota, saya tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagia ketika masyarakat akhirnya diizinkan untuk mudik dengan cuti yang cukup panjang. Dua tahun kemarin menjadi tahun tersedih karena tidak bertemu dengan keluarga di kampung halaman, dan lebaran tahun ini sepertinya menjadi ajang balas dendam setelah dua tahun absen. Orang-orang keranjingan pulang kampung demi melakukan banyak hal di kampung. Saking semangatnya mudik, saya sudah menanyakan tiket kepada teman saya yang bekerja di agen perjalanan jauh-jauh hari sebelum Ramadhan, bolak-balik membeli beberapa barang di Pasar Tanah Abang, dan tentu saja mengumumkan kepulangan saya kepada Ibu, Bapak, Mas, Mba, adik-adik, keponakan-keponakan, dan Simbah saya. Maaf, saya norak banget, karena sesenang itu bisa mudik, huhuhu. Sebagai bekal, sebagaimana lebaran pada umumnya, lini masa sosial media saya dipenuhi beragam daftar hal-hal yang perlu disiapkan sebelum berlebaran di kampung. Tidak lupa perta...