Skip to main content

Glagah, Februari 2018

Glagah, Februari 2018

Fathur, anak kelas 1 SD
Aku: Dek, kalo ada aparat takut gak?
Fathur: Gak mbak.
Aku: Wah kerenn, berani gitu. Kok gak takut e?
Fathur: Gak.

Rizki, anak kelas 3 SD. Hobinya dengerin musik, bawa HP dan pake headset kesana kemari.
Mas-mas: Kamu dengerin lagu apa?
Rizki: (ngelepas headset kiri, ekspresi gak denger) Kenapa?
Mas-mas: Coba dong liat HPnya, kamu lagi dengerin apa?
Rizki: Lagu kupu-kupu kecil.
Mas-mas: Wah udah dengerin kupu-kupu kecil aja. Darah juang tau gak?
Rizki: Tau.
Mas-mas: Buruh tani?
Rizki: Tau.
Mas-mas: Bongkar?
Rizki: Tau.
Mas-mas: Anak kecil udah apal semua lagu perlawanan ya, keren kamu bro!

Bu Warginah, jamaah Masjid Al Hidayah. Anak beliau merantau semua. Rumahnya hanya ditinggali Ibu dan suaminya.
Aku: Buk, kalo misal nanti bandara ini jadi dibangun, trus ibu harus pindah gitu gimana buk?
Bu Warginah: Gak tau mbak (ekspresi hopeless).

Bu Ginem, warga yang lahan dan kandangnya sudah digusur. Bu Ginem hidup bersama suaminya, anaknya merantau.
Indah: Bu, katanya mau ngisi polybag buat nanam ya?
Bu Ginem: Iya mbak. Mau gimana lagi, lahannya udah digusur gak bisa nanam di lahan.
Aku: Mau ditanami apa buk?
Bu Ginem: Cabe mbak, cabe rawit.
Aku: Banyak gak buk?
Bu Ginem: Ya besok tergantung polybagnya ada berapa mbak.
...
Bu Ginem: (sambil nyiramin tanaman bunga, sayur, dan rempah-rempah di polybag yang ditata di samping rumah) Ini mau tak tanami cabe besok. Ini lho mbak, aku nanam sayur di polybag aja subur. Pupuknya dari kandang sendiri, gak perlu beli. Belum ada dua minggu, udah segede ini. Kaya gini kok dibilang tanahnya gersang. Aku tu mau nanam cabe, biar kalo aparat datang mereka bisa lihat. Ini lho, tanahnya subur. Aku tu dari lahir disini sampai sekarang. Pengennya mati juga disini. Lha kok malah mau digusur.

Saya baru sekali datang ke area penggusuran di lahan proyek NYIA Kulonprogo.
Dan menemukan secuplik dialog di atas.

Comments

Popular posts from this blog

Keterima GT/MT Sinarmas Forestry

Keterima Seleksi Sinarmas Forestry  How’s your post-college life? Seems suck, isn’t it? Be calm, thing takes time.  Penting banget buat menentukan (prioritas) tujuan akan kemana kita setelah lulus, bahkan sebaiknya dipikirkan sebelum lulus itu sendiri. Tujuan jangka pendek, menengah, pun panjang. Disusun detil lebih baik, tapi kalau berat ya yang kasar dulu aja. Paling tidak sedikit mengurai keruwetan atas pikiran kita sendiri.  Buatt aku, bergabung dengan Sinarmas Forestry menjadi baby step untuk tujuan jangka menengah. Jadilah aku daftar. So, tentukan tujuan dulu ya sebelum mendaftar! 1. Daftar di Platform Jobseeker  Waktu itu aku daftar sebagai Graduate Trainee/GT (semacam MT) melalui jobstreet.  Sebelum apply:  a. Cek kelengkapan profil, posisi terakhir/pengalaman usahakan relate dengan sinarmas forestry. Bisa Bahasa Indonesia atau Inggris, yang penting konsisten dan bisa dipertanggungjawabkan.  b. Baca requirement dan job description, kalo ga coco...

Lupa Nambahin Air Pas Masak Nasi

Lupa Nambahin Air Pas Masak Nasi Disclaimer: personal and random thoughts dan ga penting ehehe Hah? Kok bisa? Aneh banget. Orang mah lupa nyetekin cooking di rice cooker. Kebangetannnn!!! Begitulah komentar teman-temanku saat mengetahui tindakanku. Dipikir-pikir, bisa-bisanya lupa nambahin air? Trus mau masak apa? Nasi tu ya beras plus air! Mau manasin beras? Jemur aja! Ini masak buat burung apa gimana? Terbayang kekesalan teman(-teman)ku pada laper banget, terus mempercayakan soal nasi padaku, trus ternyata ga jadi nasi. Wkwkwk beribu maaf 🙇🏻 Hingga pada suatu sepertiga malam, aku mau sahur. Agenda sahur itu terdiri dari baca doa bangun tidur, masak nasi, sholat, masak lauk, makan minum, sikat gigi, dan sholat. First thing first, menanaklah nasi. Blablabla prosesi memasak nasi dimulai, dan berakhir pada bunyi klik di rice cooker. Ahh selesai, bisa ditinggal kegiatan lain. Kupercayakan nasiku pada rice cooker.  Aku sholat dengan tenang. Selesai sholat, kubayangkan mau masak lauk....

Mongkog Atine Nalika Riyaya

Sebagai orang kampung yang bekerja di Ibukota, saya tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagia ketika masyarakat akhirnya diizinkan untuk mudik dengan cuti yang cukup panjang. Dua tahun kemarin menjadi tahun tersedih karena tidak bertemu dengan keluarga di kampung halaman, dan lebaran tahun ini sepertinya menjadi ajang balas dendam setelah dua tahun absen. Orang-orang keranjingan pulang kampung demi melakukan banyak hal di kampung. Saking semangatnya mudik, saya sudah menanyakan tiket kepada teman saya yang bekerja di agen perjalanan jauh-jauh hari sebelum Ramadhan, bolak-balik membeli beberapa barang di Pasar Tanah Abang, dan tentu saja mengumumkan kepulangan saya kepada Ibu, Bapak, Mas, Mba, adik-adik, keponakan-keponakan, dan Simbah saya. Maaf, saya norak banget, karena sesenang itu bisa mudik, huhuhu. Sebagai bekal, sebagaimana lebaran pada umumnya, lini masa sosial media saya dipenuhi beragam daftar hal-hal yang perlu disiapkan sebelum berlebaran di kampung. Tidak lupa perta...