Skip to main content

Jati untuk Idul Fitri


Jati untuk Idul Fitri




"Pak, jati yang di belakang rumah kita jual aja ya?"
"Buat apa, Bu?"
"Kan bentar lagi lebaran. Ibu udah lama ndak ngasih apa-apa ke cucu-cucu. Pengen beli peci buat Abi, Firza sama Akib."
"Iya ya, Bu? Bapak baru ingat terakhir ngasih peci pas Abi umur 2 tahun. Sampai sekarang udah lulus SD ya, Bu?"
"Iya, Pak. Abi udah lulus SD."
"Ya udah, Bu. Jati di dekat kandang aja yang kita jual. Masih ada beberapa jati muda untuk kita simpan."
"Ya, Pak. Besok Ibu bilang ke Pak Karmun kalau kita mau jual jati ke beliau. Sekalian mau ketemu Bu Yah."
"Iya, Bu. Lumayan kalau laku tinggi, bisa buat bayar zakat dan belanja lebaran. Nanti sisanya buat nambahin tabungan haji kita."
"Ibu setuju, Pak. Semoga menjadi jalan kebaikan untuk kita."

Percakapan antara Bu Sabi dan Pak Ngudi beberapa waktu lalu membuat saya trenyuh. Selayaknya mayoritas masyarakat di pinggiran sungai Bengawan Solo, jati menjadi tumpuan hidup disamping ternak. Tak terkecuali untuk kebutuhan lebaran atau Hari Raya Idul Fitri bagi sepasang suami istri yang kini menikmati usia senja mereka. Menanam dahulu sekali sejak usia muda, untuk kemudian menjadi simpanan saat tua. Bagi mereka, jati adalah investasi. Investasi yang bisa setiap saat digadaikan untuk berbagai keperluan melengkapi tuntutan zaman.

Jati, hutan, dan masyarakat pinggiran Bengawan Solo sudah melekat. Menjadi suatu ekosistem yang erat. Satu dan yang lain saling terikat.

Foto: Desa Ngrawoh, Kec. Kradenan, Kab. Blora

Comments

Popular posts from this blog

Keterima GT/MT Sinarmas Forestry

Keterima Seleksi Sinarmas Forestry  How’s your post-college life? Seems suck, isn’t it? Be calm, thing takes time.  Penting banget buat menentukan (prioritas) tujuan akan kemana kita setelah lulus, bahkan sebaiknya dipikirkan sebelum lulus itu sendiri. Tujuan jangka pendek, menengah, pun panjang. Disusun detil lebih baik, tapi kalau berat ya yang kasar dulu aja. Paling tidak sedikit mengurai keruwetan atas pikiran kita sendiri.  Buatt aku, bergabung dengan Sinarmas Forestry menjadi baby step untuk tujuan jangka menengah. Jadilah aku daftar. So, tentukan tujuan dulu ya sebelum mendaftar! 1. Daftar di Platform Jobseeker  Waktu itu aku daftar sebagai Graduate Trainee/GT (semacam MT) melalui jobstreet.  Sebelum apply:  a. Cek kelengkapan profil, posisi terakhir/pengalaman usahakan relate dengan sinarmas forestry. Bisa Bahasa Indonesia atau Inggris, yang penting konsisten dan bisa dipertanggungjawabkan.  b. Baca requirement dan job description, kalo ga coco...

Lupa Nambahin Air Pas Masak Nasi

Lupa Nambahin Air Pas Masak Nasi Disclaimer: personal and random thoughts dan ga penting ehehe Hah? Kok bisa? Aneh banget. Orang mah lupa nyetekin cooking di rice cooker. Kebangetannnn!!! Begitulah komentar teman-temanku saat mengetahui tindakanku. Dipikir-pikir, bisa-bisanya lupa nambahin air? Trus mau masak apa? Nasi tu ya beras plus air! Mau manasin beras? Jemur aja! Ini masak buat burung apa gimana? Terbayang kekesalan teman(-teman)ku pada laper banget, terus mempercayakan soal nasi padaku, trus ternyata ga jadi nasi. Wkwkwk beribu maaf 🙇🏻 Hingga pada suatu sepertiga malam, aku mau sahur. Agenda sahur itu terdiri dari baca doa bangun tidur, masak nasi, sholat, masak lauk, makan minum, sikat gigi, dan sholat. First thing first, menanaklah nasi. Blablabla prosesi memasak nasi dimulai, dan berakhir pada bunyi klik di rice cooker. Ahh selesai, bisa ditinggal kegiatan lain. Kupercayakan nasiku pada rice cooker.  Aku sholat dengan tenang. Selesai sholat, kubayangkan mau masak lauk....

Mongkog Atine Nalika Riyaya

Sebagai orang kampung yang bekerja di Ibukota, saya tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagia ketika masyarakat akhirnya diizinkan untuk mudik dengan cuti yang cukup panjang. Dua tahun kemarin menjadi tahun tersedih karena tidak bertemu dengan keluarga di kampung halaman, dan lebaran tahun ini sepertinya menjadi ajang balas dendam setelah dua tahun absen. Orang-orang keranjingan pulang kampung demi melakukan banyak hal di kampung. Saking semangatnya mudik, saya sudah menanyakan tiket kepada teman saya yang bekerja di agen perjalanan jauh-jauh hari sebelum Ramadhan, bolak-balik membeli beberapa barang di Pasar Tanah Abang, dan tentu saja mengumumkan kepulangan saya kepada Ibu, Bapak, Mas, Mba, adik-adik, keponakan-keponakan, dan Simbah saya. Maaf, saya norak banget, karena sesenang itu bisa mudik, huhuhu. Sebagai bekal, sebagaimana lebaran pada umumnya, lini masa sosial media saya dipenuhi beragam daftar hal-hal yang perlu disiapkan sebelum berlebaran di kampung. Tidak lupa perta...