Skip to main content

ALUMNI SMK N 1 (STM PEMBANGUNAN) TEMANGGUNG MENJADI PIONIR PELATIHAN PERTANIAN BERBASIS VOKASIONAL

Yogyakarta – Pesantren sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran agama, umumnya kyai mengajarkan ilmu Agama Islam kepada santri berdasarkan kitab Al-Quran. Kurikulum akademik  islamiah yang dipelajari secara mendalam membuat santri menguasai ilmu keagamaan yang menjadi bekal untuk hidup mandiri, berkepribadian, dan berakhlak mulia. Namun, pondok pesantren sering berhadapan dengan problematika terutama para santri dalam pengembangan kecakapan dan keterampilan. Pondok pesantren sebagai salah satu lembaga yang dipandang rendah dari sudut pandang kualitas keterampilan sumber daya manusia sehingga lulusan pondok pesantren sulit untuk mengembangkan usaha setelah kembali ke tempat asal karena tidak dibekali dengan ilmu kecakapan  dan keterampilan disuatu bidang. 
Hal ini yang melatar belakangi Ahmad Nur Rohim Alumni Kimia Analis SMK N 1 (STM Pembangunan) Temanggung sebagai ketua dalam TIM METROPONIK     Agroteknologi Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta dalam Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat dengan anggota tim Fella Sufah Baedowi (2018), Fitria Indah Susanti (2018), Ismi Aflahal Mari’ah (2019), Dwi Cahyo Budi Bhakti Bumi (2019). Tim PKM-M Program Studi Agroteknologi ini berfokus  memberikan panduan, arahan, dan dukungan dari segi pengetahuan teknologi budidaya tanaman hidroponik kepada santri Pondok Pesantren Modern Yatim Piatu Dhuafa Madania Yogyakarta memalui program Merajut Keterampilan Motorik Melaui Pendidikan dan Edukasi Hidroponik Berbasis Vokasional di bidang budidaya tanaman.
“Tidak semua santri di masa yang akan datang akan menjadi  pendakwah  di tengah kehidupan bermasyarakat. Oleh sebab itu, kami tergerak untuk mengadakan sebuah bentuk penyaluran  ilmu pengetahuan yang kami peroleh dari kampus kepada  santri dalam upaya memuliakan anak yatim dan  pembentukan keterampilan di bidang pertanian khususnya hidroponik. Hal tersebut sebagai salah satu pengamalan dari Al-Quran (Q.S Ad-Dhuha : 9-11),” kata Ahmad.
Di tengah mewabahnya COVID-19, seluruh rangkaian acara program kreativitas mahasiswa dilaksanakan secara  teleconference virtual menggunakan media komunikasi berbasis online. Hal ini lah yang menjadi tantangan semua Tim di pelaksanaan PKM tahun ini. “Kami telah menyusun kurikulum kegiatan agar semua poin keterampilan motorik pada diri santri dapat berkembang sebagai wujud keberhasilan pelaksanaan program,” sambung Ahmad. Proses pengabdian ini memiliki kurikulum yang telah disusun  meliputi penanaman rasa cinta pertanian, sistem hidroponik, persemaian, dasar-dasar ilmu air, nutrisi tanaman dan  kebutuhan nutrisi, organisme pengganggu tanaman dan pengendalian, pembuatan pestisida organik, kreativitas hidroponik berbahan barang bekas, serta pertemuan diskusi virtual yang berisi klinik budidaya tanaman bidang pertanian. Pelaksanaan program ini juga berkerjasama dengan Komunitas Griya Hidroponik sebagai komunitas hidroponik di Yogyakarta untuk mendorong pengembangan potensi kreatif para santri menjadi seorang profesional di bidang pertanian. 
Saat ini santri  Pondok  Pesantren Modern Yatim Piatu Dhuafa Madania Yogyakarta dengan rentang usia remaja 15-19 tahun sebagai sasaran dari program ini melakukan komunikasi secara virtual melalui media online dengan arahan yang digunakan sebagai solusi dalam bentuk video dan/atau modul serta melakukan implementasi secara mandiri oleh santri. “Output dari kegiatan ini untuk membuka santri menjadi pionir petani modern di lingkungan pondok dan kehidupan bermasyarakat serta nantinya bisa menjadi seorang wirausaha dan motivator bidang pertanian modern sebagai penggerak generasi millenial”, kata Ahmad.   
Ahmad dan timnya percaya bahwa Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini akan terus berkelanjutan, membawa santri untuk hidup survive, dan memandirikan santri agar hidup tanpa ketergantungan dengan orang lain. Dengan begitu lulusan Pondok Pesantren tidak hanya menguasai dalam lingkup islamiah tetapi motorik vokasionalnya pun baik yang akan membuka cita-cita menjadi petani modern.  Melalui budidaya hidroponik maka manfaatnya akan dapat dirasakan oleh santri di masa yang akan datang. 
 

Comments

  1. ayo segera bergabung dengan kami di ionqq^^com
    dengan minimal deposit hanya 20.000 rupiah :)
    Kami Juga Menerima Deposit Via Pulsa & E-Money
    - Telkomsel
    - XL axiata
    - OVO
    - DANA
    segera DAFTAR di WWW.IONPK.ME (k)
    add Whatshapp : +85515373217 x-)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Keterima GT/MT Sinarmas Forestry

Keterima Seleksi Sinarmas Forestry  How’s your post-college life? Seems suck, isn’t it? Be calm, thing takes time.  Penting banget buat menentukan (prioritas) tujuan akan kemana kita setelah lulus, bahkan sebaiknya dipikirkan sebelum lulus itu sendiri. Tujuan jangka pendek, menengah, pun panjang. Disusun detil lebih baik, tapi kalau berat ya yang kasar dulu aja. Paling tidak sedikit mengurai keruwetan atas pikiran kita sendiri.  Buatt aku, bergabung dengan Sinarmas Forestry menjadi baby step untuk tujuan jangka menengah. Jadilah aku daftar. So, tentukan tujuan dulu ya sebelum mendaftar! 1. Daftar di Platform Jobseeker  Waktu itu aku daftar sebagai Graduate Trainee/GT (semacam MT) melalui jobstreet.  Sebelum apply:  a. Cek kelengkapan profil, posisi terakhir/pengalaman usahakan relate dengan sinarmas forestry. Bisa Bahasa Indonesia atau Inggris, yang penting konsisten dan bisa dipertanggungjawabkan.  b. Baca requirement dan job description, kalo ga coco...

Lupa Nambahin Air Pas Masak Nasi

Lupa Nambahin Air Pas Masak Nasi Disclaimer: personal and random thoughts dan ga penting ehehe Hah? Kok bisa? Aneh banget. Orang mah lupa nyetekin cooking di rice cooker. Kebangetannnn!!! Begitulah komentar teman-temanku saat mengetahui tindakanku. Dipikir-pikir, bisa-bisanya lupa nambahin air? Trus mau masak apa? Nasi tu ya beras plus air! Mau manasin beras? Jemur aja! Ini masak buat burung apa gimana? Terbayang kekesalan teman(-teman)ku pada laper banget, terus mempercayakan soal nasi padaku, trus ternyata ga jadi nasi. Wkwkwk beribu maaf 🙇🏻 Hingga pada suatu sepertiga malam, aku mau sahur. Agenda sahur itu terdiri dari baca doa bangun tidur, masak nasi, sholat, masak lauk, makan minum, sikat gigi, dan sholat. First thing first, menanaklah nasi. Blablabla prosesi memasak nasi dimulai, dan berakhir pada bunyi klik di rice cooker. Ahh selesai, bisa ditinggal kegiatan lain. Kupercayakan nasiku pada rice cooker.  Aku sholat dengan tenang. Selesai sholat, kubayangkan mau masak lauk....

Mongkog Atine Nalika Riyaya

Sebagai orang kampung yang bekerja di Ibukota, saya tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagia ketika masyarakat akhirnya diizinkan untuk mudik dengan cuti yang cukup panjang. Dua tahun kemarin menjadi tahun tersedih karena tidak bertemu dengan keluarga di kampung halaman, dan lebaran tahun ini sepertinya menjadi ajang balas dendam setelah dua tahun absen. Orang-orang keranjingan pulang kampung demi melakukan banyak hal di kampung. Saking semangatnya mudik, saya sudah menanyakan tiket kepada teman saya yang bekerja di agen perjalanan jauh-jauh hari sebelum Ramadhan, bolak-balik membeli beberapa barang di Pasar Tanah Abang, dan tentu saja mengumumkan kepulangan saya kepada Ibu, Bapak, Mas, Mba, adik-adik, keponakan-keponakan, dan Simbah saya. Maaf, saya norak banget, karena sesenang itu bisa mudik, huhuhu. Sebagai bekal, sebagaimana lebaran pada umumnya, lini masa sosial media saya dipenuhi beragam daftar hal-hal yang perlu disiapkan sebelum berlebaran di kampung. Tidak lupa perta...