Skip to main content

Posts

Idul Adha: Pemandangan

Sudah lama tidak bersua dengan tetangga Nama-nama mereka hampir kulupa Anak-anak kecil cepat sekali mendewasa Rumah-rumah juga sudah nampak berbeda Ah tak kurasa raga ini sudah meninggalkan masa remaja Sore ini aku mencuci Kubuka jendela sisi Tanpa sengaja mata ini menangkap sebuah pemadangan Seorang simbah baru mandi tanpa pakaian Satu ember air, kakus, dan jamban tanpa penutupan Matanya menatapku malu dan ketakutan Buru-buku kualihkan pandangan Ya Tuhan Aku merasa itu sebuah tamparan Tidak keras tapi meracuni hati dan pikiran Kupikirkan lagi di angan-angan Betapa diri ini selalu terpenjarakan Sering memikirkan mereka tanpa satupun tindakan Tapi memang belum sekarang kulakukan Setidaknya terus kurawat kewarasan nurani dan fikiran

Laporan Praktikum Pemuliaan Pohon Terapan

Laporan Praktikum Pemuliaan Pohon Terapan Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Tahun 2018. You may download these, but plis use them wisely! Acara 1 Acara 2 Acara 3 Acara 4 Acara 5 Acara 6 Acara 7 Acara 8 Acara 9 Acara 10 Acara 11 Acara 12 Acara 13 Acara 14 Acara 15 Happy studying!

Getas

Kudengar hari ini semua mahasiswa bersuka cita Setelah dua puluh empat hari lamanya mereka bak dijajah Belanda Dipaksa mengarungi tubuhku Dengan segala lika liku luka di jiwaku Ya, aku sering dikutuk Setiap hari sumpah serapah ratusan kali tercelatuk Apa salahku Tuhan? Untuk apa aku ini Kau ciptakan? Toh teman mereka juga yang buat aku demikian Ketahuilah, Aku hanya mencoba berbagi luka dan arti Pada mereka yang peka dengan kondisi Tadinya ku pikir mereka malaikat penolong Omong kosong! Memahamiku sekecil ini saja mereka tak mampu Sok-sokan ingin mengurus teman-temanku Tapi terima kasih sudah mau bersambang Setidaknya aku tak terlampau kesepian Sambil menunggu tubuhku digerogoti perlahan Aku, Getas

Jati untuk Idul Fitri

Jati untuk Idul Fitri "Pak, jati yang di belakang rumah kita jual aja ya?" "Buat apa, Bu?" "Kan bentar lagi lebaran. Ibu udah lama ndak ngasih apa-apa ke cucu-cucu. Pengen beli peci buat Abi, Firza sama Akib." "Iya ya, Bu? Bapak baru ingat terakhir ngasih peci pas Abi umur 2 tahun. Sampai sekarang udah lulus SD ya, Bu?" "Iya, Pak. Abi udah lulus SD." "Ya udah, Bu. Jati di dekat kandang aja yang kita jual. Masih ada beberapa jati muda untuk kita simpan." "Ya, Pak. Besok Ibu bilang ke Pak Karmun kalau kita mau jual jati ke beliau. Sekalian mau ketemu Bu Yah." "Iya, Bu. Lumayan kalau laku tinggi, bisa buat bayar zakat dan belanja lebaran. Nanti sisanya buat nambahin tabungan haji kita." "Ibu setuju, Pak. Semoga menjadi jalan kebaikan untuk kita." Percakapan antara Bu Sabi dan Pak Ngudi beberapa waktu lalu membuat saya trenyuh. Selayaknya mayoritas masyar...

Trip to Ciwaluh

Pertengahan April lalu, Tuhan mengizinkan saya untuk kembali ke Bogor. Kampung Wisata Ciwaluh tepatnya. Saya beruntung mendapatkan kesempatan ini setelah beradu foto di Instagram. Kemudian penyelenggara, World Resource Institute Indonesia memilih saya dan satu kontestan lain sebagai pemenang. Hadiahnya trip , bro! Apakah seru? Saya sengaja meliburkan diri lebih awal dari weekend untuk menikmati liburan ini. Mampir dulu ke Jakarta, tempat teman saya yang sudah kerja. And he treated me very well, so thanks . Hehehe. Perjalanan. Saya bertemu dengan pemenang lain, ternyata beliau adalah dosen Teknik Lingkungan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Bertemu juga dengan penyelenggara yang ternyata adalah lulusan Teknik Geologi Intitut Teknologi Bandung. Nyambunglah kita ngobrol tentang hutan and its related field . Perjalanan menuju Bogor masih sama seperti beberapa tahun lalu. Macet. Panas. Masuk ke Lido resort, lagi ada proyek besar-besaran untuk pembangunan hotel. Dan jala...

Jalan #3

Jalan #3 Jalan dan Tuhan Tuhan dan Jalan Ibarat hidup Jalan adalah perpanjangan tangan Tuhan Ia ada untuk menghubungkan kejadian demi kejadian Menuju suatu tujuan, meninggalkan jejak di belakang Jalan adalah perpanjangan tangan Tuhan Mau atau tidak, sadar atau tidak Tuhanlah yang menjadi perantara kita menuju persinggahan-persinggahan Jalan adalah perpanjangan tangan Tuhan Diciptakan dengan sebaik-baik oleh-Nya (seharusnya) Dijalankan dengan sebaik-baiknya oleh makhluk-Nya Ialah Tuhan Sebagai jalan penghubung antarkejadian Namun sering dilupakan karena terlalu fokus pada tujuan

Jalan #2

Jalan #2 Jalan Lurus, dan belok Panjang, kadang pendek Jalan lebar, jalan sempit Seringnya rata, ada juga naik turun Ada jalan searah, pun dua arah Jalan yang dijaga, ada jalan yang tidak dijaga Berrambu, ada yang tidak Banyak persimpangan, tapi ada jalan lurus Ada jalan rame, ada jalan sepi Jalan identik dengan mulus, ada kok yang berlubang juga Orang bilang tak berujung, nyatanya ada jalan buntu Begitulah hidup!