Skip to main content

Posts

Apa yang Membuatmu Bersyukur Hari Ini?

Sejak pandemi merebak, semua sektor lumpuh. Masyarakat miskin, rentan miskin, dan pekerja sektor informal disebut-sebut sebagai yang paling terdampak Covid-19. Tak terkecuali yang terjadi di keluarga saya, keluarga petani. Harga cabai yang ditanam Bapak Ibu saya, merosot hingga 1000%. Ternak tidak ada yang mau beli. Saya pun sempat 'work from home' (WFH) selama 3 bulan, kemudian dirumahkan hingga saat ini alias tidak punya uang juga.  Syukur, masih ada labu siam yang tampaknya tidak tahu ada wabah seperti ini. Dia terus saja tumbuh dan berbuah.  Di sisi lain, 3 adik saya lulus sekolah tanpa ujian, lulus SD, SMP, dan SMK. Berkah luar biasa, mengingat satu adik saya tergolong kaum tidak suka belajar. Tiga-tiganya pula ingin melanjutkan belajar. Satu ke SMP, satu ke SMK, satu kuliah. Lagi-lagi ajaib, bahwa adik saya anggota kaum tidak suka belajar itu lolos jalur SNMPTN. Dua adik saya yang lain maunya 'mondok'. Tantangan terbesar adalah, ketiganya butuh biaya besar untuk m...

ALUMNI SMK N 1 (STM PEMBANGUNAN) TEMANGGUNG MENJADI PIONIR PELATIHAN PERTANIAN BERBASIS VOKASIONAL

Yogyakarta – Pesantren sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran agama, umumnya kyai mengajarkan ilmu Agama Islam kepada santri berdasarkan kitab Al-Quran. Kurikulum akademik  islamiah yang dipelajari secara mendalam membuat santri menguasai ilmu keagamaan yang menjadi bekal untuk hidup mandiri, berkepribadian, dan berakhlak mulia. Namun, pondok pesantren sering berhadapan dengan problematika terutama para santri dalam pengembangan kecakapan dan keterampilan. Pondok pesantren sebagai salah satu lembaga yang dipandang rendah dari sudut pandang kualitas keterampilan sumber daya manusia sehingga lulusan pondok pesantren sulit untuk mengembangkan usaha setelah kembali ke tempat asal karena tidak dibekali dengan ilmu kecakapan  dan keterampilan disuatu bidang.  Hal ini yang melatar belakangi Ahmad Nur Rohim Alumni Kimia Analis SMK N 1 (STM Pembangunan) Temanggung sebagai ketua dalam TIM METROPONIK     Agroteknologi Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta dal...

Menang LKS SMK! Sebuah Kisah

LKS Yes, aku anak SMK. Tepatnya SMKN 1 Temanggung (STM Pembangunan), Jawa Tengah, program studi Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian (TPHP). Sekolahku merupakan sekolah program 4 tahun, 1 dari 9 yang ada di Indonesia. Katanya, kalau lulus setara dengan lulusan D1 tapi tidak berlaku untuk perguruan tinggi. LKS (Lomba Kompetensi Siswa) merupakan ajang kompetisi ilmiah individu paling bergengsi bagi siswa/i SMK yang diselenggarakan olek Direktorat Pendidikan SMK di bawah Kementerian Pendidikan. Di dunia LKS SMK, nama SMKN 1 Temanggung tidak asing lagi dan cukup diperhitungkan baik dalam program studi Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian (TPHP), Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), maupun Kimia Analis (KA). Mirip dengan nama program studi, mata lomba di LKS SMK menggunakan nomenklatur dalam bahasa Inggris. Waktu itu (2013-2014), prodi TPHP mengikuti mata lomba Post Harvest Technology. Idealnya, LKS dilaksanakan secara bertahap dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional, kemudian inter...

Meniti Jembatan Peradaban Melalui Perpustakaan

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) menginjak umur 40 tahun, dimana dalam siklus hidup manusia ia sedang berada di titik emas karirnya. Pada usia 40 tahun, manusia sudah mencicipi jatuh bangun, manis pahit, tangis bahagia, menuju pribadi yang jauh lebih matang. Begitu pula PNRI. Ia menjadi pelaku sekaligus saksi sekaligus barang bukti kemajuan peradaban manusia. 40 tahun menjadi waktu yang sangat panjang mengingat peradaban manusia berkembang begitu pesatnya. Pada tahun 1980, dunia baru saja mengenal komputer (PC). Penemuan komputer menjadi tonggak sejarah yang menumbuhkan teknologi turunannya. Penemuan telfon, internet dan sederet karya lainnya menjadi katalisator bagi percepatan peradaban menuju dunia yang tanpa batas. Hingga saat ini dunia mengenal revolusi industri 4.0 yang menyentuh berbagai aspek kehidupan. Segalanya serba internet, digital, real time , dan serba mungkin. Terjadi perubahan besar dalam kehidupan manusia dengan masuknya teknologi Internet of Thing...

Puasa 1440 H

Ada banyak hal kurindukan Yang biasanya hadir saat Ramadhan Tiap tahun ku awali dengan Padusan Juga maaf-maafan Agaknya tahun ini berbeda Aku memilih dekat dengan keluarga Teman makin sedikit Jangkauan justru menyempit Notif grup tidak lagi gaduh Bahkan stiker saja enggan diunduh Buber pun banyak absen Tidak lagi semua harus direken Untuk apa itu semua? Benakku bertanya Lalu, jiwaku tidak bersungguh Tunggu. Jiwa? O aku tahu Ku rasa Tuhan lah yang paling kurindukan

KKN-PPM UGM Wakatobi (Hari 7)

Hari berikutnya, bekerja bakti mengisi air di bak mandi, memperbaiki talang air, dan membangun rumah tetangga. Di rumah kami terdapat dua bak mandi yaitu di atas dan di kolong. Bak mandi di atas berupa sumur tadah hujan. Tadinya hanya ada talang kecil yang mengalirkan satu air hujan dari satu larik genteng saja. Oleh karena itu, kami memasang talang dengan jangkauan genteng yang lebih lebar agar lebih banyak air tertampung. Sementara itu, ada satu bak mandi di bawah yang tidak lagi dipakai. Kami bejibaku membersihkannya dan berniat mengisi air yang akan kami beli. Dari sini pula, kami merencanakan untuk membeli air dari warga desa di Lembah Kaledupa. Mereka mematok harga 50.000 untuk 1.200 liter air bersih. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi kami bahwa air sangat berharga disini, dan lebih bijak dalam menggunakan air. Sore hari, kami memutuskan untuk singgah ke rumah ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pak Mulyadi yang ada di Desa Jamaraka. Kami berbincang dengan Pak Mul c...

KKN-PPM UGM Wakatobi (Hari 6)

Beberapa dari kami mulai gelisah atas kegabutan ini. Alfi, Ana, dan Jafar berinisiatif untuk survei mata air dan fasilitas umum di Desa Pajam. Mereka menemukan dua mata air yaitu mata air Tefufu di lembah Pajam, dan mata air di sekitar kantor Polsek. Mata air tersebut menjadi darah segar yang mengalirkan kehidupan bagi warga Pajam. Mata air Tefufu terletak kurang lebih 1,5 km dari pondokan kami yang dapat ditempuh melewati Dusun Palea maupun Dusun Jamaraka. Disana terdapat tiga sumur yang dibagi peruntukannya sebagai berikut: 1 sumur untuk air minum, 1 sumur untuk mandi dan mencuci bagi kaum perempuan, dan 1 sumur untuk mandi dan mencuci bagi kaum laki-laki dengan lokasi yang lebih jauh. Air permukaannya cukup dangkal. Bening pula. Pada sumur untuk air minum, warga biasanya mengambil air tersebut untuk dikonsumsi langsung. Sekalian survei, mereka mengamati rumah tenun modern hibah dari pemerintah daerah di depan pondokan kami. Di rumah tenun tersebut hanya terdapat satu mesin ten...